Visi Misi Tujuan dan Sasaran Prodi Magister Kesehatan Lingkungan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas

Visi

“Menjadi Pusat Unggulan Pengembangan Ilmu Kesehatan Lingkungan Kawasan Pesisir dan Kepulauan Terbaik di Indonesia pada tahun 2030”

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan berkualitas untuk menghasilkan magister yang memegang nilai integritas, inovatif, katalitik, dan arif dalam bidang ilmu kesehatan lingkungan yang berbasis Pesisir dan Kepulauan.
  2. Menerapkan penelitian di bidang kesehatan lingkungan berbasis pesisir dan kepulauan untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungan pada masyarakat.
  3. Mentranslasi hasil penelitian ke dalam bentuk pengabdian masyarakat dan kebijakan di bidang kesehatan lingkungan.

Tujuan

  1. Meningkatkan penyelenggaraan pendidikan kesehatan lingkungan dan proses pembelajaran yang berkualitas.
  2. Meningkatkan kualitas penelitian kesehatan lingkungan
  3. Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat di bidang kesehatan lingkungan

Sasaran

  1. Meningkatnya lulusan yang kompetitif
  2. Meningkatnya kualitas dosen
  3. Meningkatnya kualitas kurikulum sumber pembelajaran, dan lingkungan belajar yang kondusif.
  4. Menguatnya kapasitas inovasi, dan produktivitas penelitian kesehatan lingkungan yang menjawab masalah kekinian dan tantangan masa depan serta publikasi yang mendapatkan pengakuan nasional dan Internasional
  5. Terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat yang inovatif

Penjelasan

Berikut adalah penjelasan beberapa makna kata ataupun kalimat dalam visi Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Hasanuddin:

  1. Kata “unggulan” berarti menstimulasi lahirnya segenap potensi, proses, dan karya terbaik dalam pengembangan kesehatan lingkungan dengan membawa nilai integritas, inovatif, katalitik, arif dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
  2. Konsep “Kawasan Pesisir dan Kepulauan Terbaik di Indonesia” merujuk kepada pengembangan kesehatan masyarakat pada berbagai bentuk wilayah Indonesia, di pesisir dan kepulauan, sesuai dengan kondisi dan keunikan masing-masing masyarakat dengan memahami kearifan dan budaya lokal yang beragam melalui studi dan kajian lintas budaya (cross culture).
Scroll to Top